The SPIRIT of INDONESIA

KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA (KHI)
Membangun Semangat Nasionalisme dan Berwirausaha

Oleh: Asep Kambali (Pendiri/Ketua KHI)


A. Dasar Permasalahan
Kini, di saat era globalisasi semakin membumi, tuntutan pembangunan di berbagai bidang menjadi hal yang mutlak dilakukan oleh setiap bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Di negara kita, ada yang dilupakan oleh semua komponen bangsa ini, bahwa disela-sela pembangunan fisik, seharusnya secara pararel dilakukan pembangunan jiwa-nya. “...bangunlah jiwa-nya, bangunlah badan-nya...” begitulah seperti yang termaktub di dalam lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya. Kenapa jiwa memiliki urutan pertama? Karena jiwa lah yang menjadi pijakan sekaligus pendorong kuat bagi ketahanan mental bangsa ini. Ini teruji pada bangsa lain. Berbeda dengan di negara kita. Kesadaran akan kehidupan berbangsa dan bernegara bahwa kesatuan dan persatuan Indonesia hanya bisa terwujud melalui pemahaman (jiwa) sejarah bangsanya sendiri, belum sama sekali menjadi prioritas pembangunan nasional, apalagi tertanam di dalam jiwa dan pikiran.

Bahkan, ada hal sangat yang berbeda pada diri bangsa Indonesia. Kini, tidak saja generasi tua yang telah menjadi korban, tetapi juga generasi muda sudah mulai melupakan sejarah, bahkan lari meninggalkan sejarah. Mereka lebih memilih modernisasi dan melupakan tradisi, mereka mengagungkan globalisasi tetapi melupakan lokalitas, mereka menjiwai masa kini tapi melupakan bahkan meremehkan masa lalu. “Untuk menghancurkan suatu bangsa/negara, maka hancurkan ingatan (sejarah) generasi mudanya!” Inilah petaka itu. Berbahaya!

B. Maksud dan Tujuan
Telah terjadinya penurunan kuantitas dan kualitas warisan sejarah dan budaya (heritage) yang ditandai dengan hancurnya sebagain besar bangunan bersejarah di Indonesia.
Telah Terjadi penurunan penghargaan dan kepedulian sebagian besar masyarakat Indonesia terhadap natural heritage dan culutral heritage.
Kurangnya pengetahuan sebagian besar masyarakat Indonesia, terhadap heritage sebagai akibat dari rendahnya kesadaran sejarah dan budaya.
Fenomena yang mengkhawatirkan, dimana pelajaran sejarah sebagai media pengenalan heritage tidak lagi menjadi trend, tetapi menjadi nomor kesekian dari prioritas serta pilihan banyak orang.
Stigma negatif bahwa mahasiswa lulusan sejarah memiliki masa depan suram telah menjadi momok bagi masyarakat. Karena tidak banyak perusahaan yang mempekerjakan mereka.
KHI memiliki posisi strategis sejak delapan tahun silam. Mahasiswa lulusan sejarah, antropologi, arkeologi, dan ilmu humaniora lain dikumpulkan, dibina dan diberikan pengalaman menjadi personal yang handal dan trampil dibidangnya dan siap terjun ke masyarakat.
Melalui kegiatan yang mengedepankan konsep, jalan-jalan, belajar dan bersenang-senang, diharapkan sejarah tidak lagi membosankan, bikin ngantuk, garing dan ngebetein tetapi, sejarah dikemas menjadi menarik, menyenangkan dan gaul.
Setelah mengikuti kegiatan-kegiatan yg KHI selenggarakan, diharapakan tumbuh kesadaran sejarah dan budaya masyarakat, terutama bagi kalangan generasi muda.
Sejarah menyangkut jati diri dan identitas suatu bangsa, ketika sejarah dilupakan/dihilangkan/ditinggalkan, maka bangsa itu mudah dikendalikan bangsa lain. Maka Nasionalisme salah satunya secara dominan hanya bisa ditumbuhkan melalui pendidikan Sejarah dan Budaya.

C. Sejarah Berdirinya Komunitas Historia Indonesia (KHI)
Keprihatinan beberapa mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) –dahulu IKIP Jakarta dan mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Indonesia (UI) terhadap kondisi masyarakat yang enggan mempelajari sejarah dan budaya telah melahirkan Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia (KPSBI-Historia) atau yang kini lebih dikenal dengan Komunitas Historia Indonesia (KHI). KHI didirikan di Jakarta pada 22 Maret 2003 berdasarkan hasil kesepakatan pada forum rapat di kampus UNJ Rawamangun yang dihadiri beberapa orang mahasiswa dari UNJ dan UI. Hasil rapat itu memutuskan Asep Kambali sebagai pendiri/ketuanya.

Beberapa hal yang menjadi keprihatinan KHI antara lain banyaknya masyarakat dan generasi muda yang tidak peduli dengan potensi sejarah dan budaya yang dimiliki bangsa ini. Apa lagi jika dikaitkan dengan pelajaran sejarah di sekolah yang sering diangap para siswa sebagai pelajaran yang membosankan, bikin ngantuk, gak gaul dan tidak menyenangkan.

Inspirasi dibentuknya KHI bermula dari buah pemikiran, inisiatif dan prakarsa Asep Kambali (sang pendiri, mahasiswa Jurusan Pendidikan Sejarah UNJ) yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jurusan Sejarah UNJ yang menggelar Lomba Lintas Sejarah bagi siswa SMA se-Jabodetabek. Dalam kegiatan itu para siswa melakukan napak tilas dan amazing race ke beberapa museum dan situs sejarah yang berhubungan dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia selama satu hari penuh. Kegiatan yang didukung oleh semua museum tujuan dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI ini ternyata mendapat respon positif dari berbagai pihak dan sangat dinikmati oleh para peserta lomba.

Kegiatan yang diharapakan dapat dilanjutkan oleh pengurus BEM berikutnya, ternyata berhenti setelah kepengurusan Asep digantikan. Kalau pun ada, konsepnya memiliki nama dan bentuk yang berbeda. “Saya pikir sayang kalau kegiatan ini berakhir begitu saja. Tetapi bagaimana caranya supaya saya tetap bisa punya wadah untuk melakukan kegiatan itu? Lahirlah kemudian konsep awal Komunitas Historia.” Ujar Asep.

Hubungan baik yang dibina KHI dengan berbagai pihak, terutama yang terkait dengan pendidikan, pariwisata, sejarah dan museum, akhirnya membawa KHI menjadi mitra utama berbagai pengelola bangunan tua di Jakarta, seperti Museum Sejarah Jakarta, Museum Bank Mandiri, Museum Bank Indonesia, Kantor Pos Jakarta Taman Fatahillah, Musuem Juang 45, Café Batavia, Xpose Cafe, Cafe Galangan, Batavia Hotel, Museum Bahari, Museum Kebangkitan Nasional dan lain sebagainya.

Selain itu, dukungan dari berbagai media massa, baik elektronik maupun cetak, menjadikan KHI semakin dikenal luas. KHI sering dipercaya menjadi mitra dan fasilitator berbagai program radio dan televisi, sekolah nasional plus dan internasional, perusahaan, perkumpulan dan ekspatriat dalam mempelajari sejarah dan budaya Indonesia secara fun dan mendidik (edutainment). Kegiatan-kegiatan KHI sering diliput berbagai media massa baik lokal, nasional dan maupun media massa internasional.

Kerjasama yang demikian baik itu membuahkan hasil, kiprah KHI sebagai Komunitas Peduli Sejarah dan Budaya Indonesia yang “gaul, populer dan renyah” semakin membumi di dalam hati kaum muda dan masyarakat. Semua itu kini menjadikan pertumbuhan KHI semakin pesat.
KHI dalam gerakannya selalu berupaya mencari format dan strategi baru guna menjadikan sejarah dan budaya menjadi menarik, menyenangkan dan bermanfaat. Upaya ini dilakukan secara terus menerus agar sejarah dan budaya semakin digemari kaum muda dan masyarakat. Konsep kegiatan yang “rekreatif, edukatif dan menghibur” merupakan strategi yang dikembangkan KHI dalam membangun pola pikir masyarakat sehingga tercipta suasana yang menyenangkan dan membekas di hati setelah mereka belajar sejarah dan budaya.

Dengan bergabung di KHI, mempelajari sejarah dan budaya menjadi tanpa paksaan dan apa adanya. “Yang kami lakukan adalah bagaimana membuat sejarah menjadi menarik dan menyenangkan. Pada akhirnya mereka dengan mudah mendapatkan hikmah dari pengetahuan tentang suatu peristiwa sejarah.” Kondisi demikian lah yang dikenal sebagai kesadaran sejarah.

D. Visi dan Misi Komunitas Historia
Visi KHI adalah membangun kesadaran sejarah dan budaya masyarakat Indonesia yang terwujud dalam Nasionalisme & Patriotisme.
Misi KHI adalah mewujudkan program-program yang rekreatif, edukatif dan menghibur.
1. Melalui kegiatan rekreasi (empirik), yaitu dengan mengunjungi langsung situs sejarah/budaya atau museum. Melalui proses ini pemahaman sejarah akan mudah dicerna, diingat dan melekat.
2. Melalui kegiatan yang mendidik (edukasi). Sejarah dan budaya mengandung unsur pengetahuan dan hikmah yang harus disampaikan agar setelah mempelajarinya, masyarakat memperoleh kemampuan kognisi, afeksi dan behavoiur yang menumbuhkan jiwa kritis-analisis.
3. Melalui kegiatan yang menghibur (entertainment), suasana jadi menyenangkan dan menggairahkan.

E. Potensi yang Terabaikan
Di Indonesia, terdapat berbagai macam kebudayaan dengan latar belakang sejarah yang begitu panjang. Hal itu bisa dilihat dari beragamnya arsitektur bangunan, nama jalan dan kampung, peristiwa sejarah, atraksi budaya serta bentuk-bentuk kebudayaan lain yang unik dan telah menjadi ciri khas dari Indonesia. Inilah yang dikenal sebagai special plavours of Indonesia itu.
Namun demikian, tidak semua masyarakat Indonesia kenal dengan potensi sejarah dan budaya disekitarnya itu. “Orang Indonesia tidak berakar, karena tidak mau mengenal sejarah dan budayanya sendiri.” Banyak masyarakat Indonesia yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar mereka. Hati-hatilah dan waspada, karena “Untuk menghancurkan suatu bangsa/negara, maka hancurkan ingatan (sejarah) generasi mudanya!”

Atas dasar pemikiran di atas, KHI bergerak secara terus menerus dengan menggelar program-program pendidikan, kesejarahan dan kebudayaan. Upaya ini diharapkan dapat memacu pemahaman dan kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya itu. KHI selalu mengajaka masyarakat dan dunia usaha untuk turut serta ambil bagian dalam proses pembangunan manusia Indonesia seutuhnya ini. Karena dengan Pendidikan, Sejarah dan Kebudayaan, kita sejatinya memanusiakan manusia (Anhar Gongong).

F. Program-Program Komunitas Historia Indonesia (KHI)
Program yang kita sajikan ini merupakan program interdisipliner, terutama memadukan ilmu-ilmu yang terdapat di dalam ilmu sosial. Dengan meracik unsur rekreasi-empirik, edukasi dan hiburan, program ini menjadi menarik, bermanfaat dan fun. Tidak hanya itu, ketiga ranah pendidikan “Bloom” juga menjadi tujuan akhir yang harus dicapai. Sehingga, perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta (didik), seperti anak-anak usia sekolah, menjadi landasan dan tujuan dasar program ini.

Kita akan menelusuri gedung-gedung tua, danau-danau purba, gua bersejarah, kampung-kampung tua, jalan, situs-situs sejarah, kota tua, dan museum di kawasan bersejarah dan budaya yang menjadi milik bangsa sebagai warisan dunia. Kita akan berdiskusi dan bertukar pikiran, nonton film tempo doeloe dan makan-makan kuliner heritage kita. Sebenarnya, program ini biasa dipadukan dengan mengunjungi tempat-tempat hiburan, tempat makan-makan, dan tempat belanja. Lebih menyenangkan jika dilakukan beberapa hari.

Program-program tersebut yaitu:
1. Jakarta Heritage Trails
Wisata Kota Tua Jakarta. Menjelajahi Kota Tua Jakarta.
- Wisata Senja di Kota Tua
Menjelajahi Kota Tua Jakarta pada sore hingga petang hari.
- Wisata Malam Kota Tua Jakarta
Menjelajahi Kota Tua Jakarta pada malam hari.
Wisata Kampung Tua. Menjelajahi Kampung-Kampung Tua di Indonesia.
- China Town Journey
Menjelajahi perkampungan orang-orang Tionghoa di Jakarta.
- The Legend of Si Pitung Trip
Menjelajahi perkampungan Marunda dan Legenda Si Pitung di Jakarta.
- Arabic Village Tour
Mengeksplorasi perkampungan orang-orang Arab di Jakarta.
Tour de Busway. Sightseeing Tour keliling Jakarta menggunakan Bus Transjakarta.
Napak Tilas Proklamasi. Menelusuri situs-situs sejarah Indonesia dari Pergerakan Nasional hingga Proklamasi.
Wisata Bahari: Historical Island Adventure. Berpetualang menjelajahi pulau-pulau bersejarah di Teluk Jakarta.
Wisata Museum: Night @ The Museum. Menelusuri museum malam-malam. Nonton film tempo doeloe, makan malam tempo doeloe, all about reenactment.
Jakarta City Tour. Menjelajahi tempat-tempat wisata di Jakarta dalam beberapa hari.

2. Others Programs
History Amazing Race. Suatu penjelajahan yang menggabungkan tantangan yang harus diselesaikan oleh para peserta dalam waktu yg sudah ditentukan. Setiap pos yang dilewati memiliki tantangan dan tingkat kesulitan yang berbeda.
Volunteers Orientation. Suatu upaya dalam membangun Jaringan dan Sumber Daya Manusia untuk meneruskan perjuangan KHI dikemudian hari.
Heritage Talk: KHI Monthly Discussion. Suatu diskusi yang mengangkat tema-tema sejarah dan kebudayaan, termasuk heritage, baik warisan alam maupun budaya. Dikemas dalam talkshow yang popular, ringan dan fun. Menghadirkan para pembicara yang kompeten dan pakar dibidangnya seperti praktisi, sejarawan, arkeolog, guru, public figure, pengusaha, dll. yang akan dipandu oleh moderator berpengalaman.
History & Culture Seminar. Merupakan upaya edukasi dan akademis dalam membedah isu-isu terkini terkait pembelajaran sejarah dan kebudayaan. Mencari formulasi dan menggagas strategi dalam pembelajaran sejarah. Membangun kapasitas dan karakter para guru dan masyarakat dalam membumikan sejarah dan kebudayan. Memberikan rekomendasi bagi pemerintah, para pemangku kepentingan dan penyelenggara pendidikan terkait pembelajaran sejarah disekolah dan di luar sekolah.
Guest Speakers. KHI menyediakan pengajar tamu bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan. Sekolah negeri, sekolah nasional plus dan sekolah internasional merupakan partner kami.
Guest Lecturers. KHI menyediakan dosen tamu bagi kampus-kampus/perguruan tinggi yang membutuhkan, baik swasta atau negeri.
Heritages Education. Merupakan upaya yang diselenggarakan KHI dalam memberikan Pendidikan Heritage kepada masyarakat. Memberikan masukan terkait muatan pelajaran sejarah local (mulok) di sekolah-sekolah.
Heritage Event Management. KHI berkenan menjadi fasilitator bagi Anda dalam merencanakan, menyelenggaraan dan melakukan penilaian sekaligus terhadap event anda tersebut. Jika Anda berminat menyelenggarakan kegiatan bertema sejarah dan budaya, jangan ragu Anda segera hubungi kami.
Historylicious Newsletter. Merupakan jaringan dan media komunikasi KHI dengan para anggota dan masyarakat.
Historia Mailing List. Merupakan jaringan dan media komunikasi KHI dengan para anggota.
History Research Team. Merupakan upaya KHI dalam melakukan dan menyajikan hasil penelitian bagi anggota dan masyarakat.
Historia Art & Creative. Oleh-oleh bersejarah khas Indonesia
History Tour Guide Specialist. KHI menyediakan guide spesialis sejarah berbahasa asing bagi masyarakat atau biro perjalanan yang membutuhkan.
Historic Movie Screening. Merupakan kegiatan pemutaran film-film dan documenter sejarah dan kebudayaan. Hal ini dilakukan guna memberikan pengalaman edutainment bagi masyarakat.
Participation on Indonesian Consumunity Expo (ICE). Merupakan program yang digagas oleh Prasetya Mulya Business School sejak tahun 2007. ICE merupakan Kemitraan Bersama Komunitas untuk Indonesia Unggul dalam bentuk kepedulian komunitas terhadap permasalahan-permasalahan sosial yang dapat dicarikan solusinya dengan menggunakan prinsip-prinsip entrepreneurial.

3. Indonesia Heritage Trails
Cirebon Heritage Trails. Caruban Nagari Heritage Trails. Menjelajahi jejak sejarah kota Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.
Bogor Heritage Trails. Ekspedisi Tarumanegara. Menelusuri jejak sejarah Kerajaan Hindu Tarumanegara.
Banten Heritage Trails. Ekzpedisi Kesultanan Banten. Menjelajahi jejak sejarah Islam dan kuliner di Kota Banten.
Ternate Heritage Trails. Ekspedisi Pulau Rempah-Rempah di Timur Indonesia. Menjelajahi jejak sejarah, alam dan kuliner di Kesultanan Ternate.
Bandung Heritage Trails. Urban-dung Legend. Menelusuri Jejak Sejarah dan Kuliner di Kota Lama Bandung

G. Keanggotan Komunitas Historia Indonesia (KHI)
Beberapa tahun terakhir, selama kurun waktu tujuh tahun, anggota Komunitas Historia terus bertambah. Tercatat jumlah anggota per September 2010 sekitar 10.000-an anggota. “Dengan sistem keanggotaan yang tidak mengikat, komunitas ini benar-benar menjadi wadah bagi pencinta sejarah dan budaya. Maka itu, anggotanya bisa datang dan pergi. Mereka yang memang cinta sejarah, akan setia dan bertahan. Kalau pun tidak terlalu cinta, bisa juga tetap bergabung, sekadar menambah teman…”

H. Mitra Komunitas / Sahabat Historia
Dalam setiap aktivitasnya KHI selalu merangkul berbagai pihak yang memiliki kepedulian dan penghargaan yang sama terhadap sejarah dan budaya bangsa. Mereka yang telah meliput, memberi dukungan dan bekerjasama dengan KHI terus dilibatkan dalam berbagai kegiatan berikutnya dan begitupun sebaliknya, ketika mereka (para institusi yang pernah bekerjasama dengan KHI) mengadakan kegiatan berikutnya selalu melibatkan KHI.

Airplane System; ANTV; AQUA; Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI); Asosiasi Museum se-Indonesia (AMI) beserta seluruh museum di dalamnya; Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI); Bandung Heritage Society; Bandung Trails; Batavia Café; Batavia Hotel; Batavia Marina; BEM Universitas Indonesia; Bike 2 Work Indonesia; Cirebon Heritage Society; DAAI TV; Departeman Pertahanan Republik Indonesia; Departemen Kebudayaan dan Pariwisata; Detik.com; Dewan Harian Nasional ’45; Dewan Pertimbangan Presiden; Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta; Dinas Pariwisata DKI Jakarta; Dinas Tata Kota DKI Jakarta; Erasmus Huis; Femina Group; Forum Indonesia Berprestasi; Forum Indonesia Membaca; Gajebo Café; Global Jaya International School; KOMPAS; Seputar Indonesia; Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jakarta; Holcim; Indonesia Trading Company (itc); Jogja Heritage Society; Kabar Sehat [dot]com; Kedaung Industrial Group; Kedutaan Besar Negeri Belanda; Komunitas Berantai; Komunitas Jadoel; Komunitas Jejak Petualang; Komunitas Lebah; Komunitas Onthel Batavia (KOBA); KOWANI; Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS); Change; Cita Cinta; GADIS; Investor; Pesona; Readers Digest Indoensia; Spora; SWA; Maverick; Metro TV; Monumen Nasional; Museum Bahari; Museum Bank Indonesia; Museum Bank Mandiri; Museum Basuki Abdullah; Museum Joang ’45; Museum Perumusan Naskah Proklamasi; Museum Sejarah Jakarta; Museum Seni Rupa & Keramik; Museum Taman Prasasti; Museum Wayang; National Geographic KIDS; Paguyuban Kota Tua Jakarta;
Pemerintah DKI Jakarta; Pemerintah Kabupaten Kuningan; Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon; Perpustakaan Nasional Republik Indonesia; Prasetya Mulya Business School; PT. Alambana Citra Persada; PT. ASKES; PT. Bank Mandiri Tbk.; PT. CLSA Indonesia; PT. Coca Cola Company; PT. Conoco Philips; PT. Excelcominde Pratama Tbk.; PT. HM. Sampoerna Tbk; PT. Indosat Tbk.; PT. Pos Indonesia.; Radio Bahana FM; D FM; Delta FM; Female; Gen FM; Hardrock FM; Radio Kayu Manis; Radio Light FM (dh. Ramako); Motion FM (dh. Otomotion); MS Tri FM; RAS FM; RRI Pro 2 & Pro 3; RCTI; SCTV; SD Al Izhar; SD Dian Harapan, Jakbar; SD Dwi Matra, Jaksel; SD Islam Tugasku, Jaktim; SD Kartika, Jaksel; SD Sevilla, Jaktim; Sekolah Bakti Prima; Sekolah Bina Bangsa; Stella Maris International School; Sekolah CIkal, Jaksel; Sekolah Penabur International; Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung; Serambi Penerbit Buku; Sinar Harapan; SMA PSKD, Jakpus; SMAK 3 Penabur Jakarta; SMAN 32 Jakarta; SMP Al Azhar 12, Jaktim; SMP Labschool, Jaksel; Standard Chartered Bank; Summarecon; Sun TV; Tabloid Genie; Ternate Heritage Society; The Jakarta Post; The Jakarta Globe; Thomson Reuters; MNC TV; Trans 7; Tugu Proklamasi; tvOne; TVRI; Universitas Indonesia; Universitas Negeri Jakarta; UPT Kota Tua Jakarta; VFS Global; Yayasan Air Putih; Yrwrite’s Weblog.

 

©2002-2012 KOMUNITAS HISTORIA INDONESIA | Founded by Asep Kambali